Jumat, Agustus 26, 2011

haiku

dikantor penerbitan.

tak tik berulang.
esok pagi kubaca berita dikoran.

haiku

subuh.
dingin bertamu,
embun menawarkan hidup baru.

haiku

gemuruh.
tak tahu aku mana angin, mana ombak.
sekejap lantak, sekejap rusak.


puisi

Hujan tak bermusim

Aku mencarimu hujan!
Pada tumpukan dikios loakan.
Bulan juni kini pun engkau tak nongol.
Padahal aku ingin sekali menulis tentang mu dalam sebuah puisi.
Seperti “ Hujan Bulan Juni “ milik Sapardi.
Kata BMG, sepuluh tahun ini musim tak terjadwal.

Aku merinduimu hujan!
Hujan pada bulan juni, sepertinya romantis sekali.
Aku ingin mandi berhujan-hujan, menyusuri sepanjang jalan.
Menggandeng tangan istriku, Lalu menghangatkan badan
Dengan segelas teh di angkringan.
Dan memotretnya lagi sebagai kenangan.

Aku kini mencemaskanmu hujan!
Sepanjang tahun engkau datang, lalu hilang
Tanpa identitas.

pekalongan 2011

puisi

Ziarah Kubur dipantai tak berpasir.

(buat para leluhurku yang pemberani)


Dipantai tak berpasir, mereka abadi.
sekekal keberanian mereka mengarungi lautan.
Seabadi cerita mereka tentang bagaimana menebas hutan dan menanam kelapa,
sekekal tentang bagaimana meraka angkat senjata mempertahankan kibaran bendera.
Seabadi lumpur, ombak, angin dan asin air laut.

Dipantai tak berpasir. Jalan itu sempit, terlalu sempit.
Hingga kita hanya bisa bersijingkat lewat.
Dulu aku tak paham, mengapa kita harus datang berziarah.
Gundukan tanah dan ukiran nama kusam pada kayu penanda,
Epitaph yang tak lengkap. Siapa yang berbaring dibawah sana?
Kita hanya membawa doa dan sejumput bunga.
Lalu kita pergi lagi, membawa kenangan.

Dipantai tak berpasir, kubur mereka basah.
Pasang air laut mengirim doa. Tak ada bunga disana
Hanya rimbun pohon bakau dan rumput liar menakarkan zikir.
Burung kecil, sarang dan cericit serupa doa.


Sei raden, juni 2011

Senin, Agustus 22, 2011

Harapan itu bernama sepak bola

harapan itu bernama sepak bola. dulu, sekarang dan sampai kapanpun. diantara carut marut berita dan kejadian yang menimpa bangsa ini, rakyat Indonesia masih bisa dan punya harapan besar dengan tim sepak bola yang kemudian sering disebut timnas Garuda atau timnas Merah-Putih.

kalau sudah sepak bola, rakyat negeri ini sebentar saja dapat melupakan apa hal atau masalah pelik yang menimpa negaranya. melupakan sejenak kasus-kasus korupsi, pelanggaran HAM, keadilan untuk rakyat kecil yang tergadai, dan masalah perut mereka sendiri. bahkan bisa mungkin penjahat, koruptor, polisi, jaksa, bahkan pemimpin negeri ini. terpaku pada layar kaca selama hampir 2 jam didepan televisi dan bahkan duduk baareng di bangku penonton distadion.

sepak bola dan harapan tentang kemenangan dan mencapai level tertinggi, demi satu gengsi. mungkin apa lagi yang dapat diharapkan selain olah raga ini, yang kadung populer diseantero jagat raya. permainan yang membutuhkan fisik, mental, keahlian dan kecerdasan, kemudian tetap saja tergantung nasib, seperti yang sering dikatakan oleh para komentator diseluruh dunia. " Dewi fortuna masih berpihak pada keseblasan .... "

betapapun ahlinya seseorang mengolah kulit bundar ini, tetap saja pengakuan akan tuhan, secara sadar atau tidak para pemain tunjukkan saat melakukan selebrasi. dan disitu semua penggemar sepak bola menggantungkan HARAPAN!

berjuang terus kalian wahai anak bangsa, pada kalianlah rasa bangga dan nasionalisme rakyat pada negeri ini masih tersisa. apapun hasilnya.

garuda didadaku
garuda kebanggaanku.
ku yakin hari ini
pasti menang.

Pekalongan, agustus 2011

Minggu, Agustus 21, 2011

kaos oblong Indonesia ku 10

aku pergi ke Papua.
ujung timur Indonesia.
menyongsong matahari terbit disana.
menjelajahi provensi sepak bola.

menjelajahi jaya pura ke abepura,
danau sentani dan melongok hamadi.
lalu aku beli kaos oblong ini.
bordir abstrak perahu danau sentani.

padaido papua, tulisannya.
terbungkus noken* kemasannya.

*noken: tas khas papua rajuatan dari serat kayu.

jayapura, juli 2011

papua (perdamaian pada sebiji pinang)

selamat datang bapak!
ini kitong punya negeri kaya sekali.
diatas dan dibawah tanah rupiah...
silahkan ambil, tapi jangan tebang kami punya pohon sagu.
jangan rampas kami punya ladang kasbi dan keladi.

selamat datang bapak!
ini kitong punya negeri. kaya sekali kita pe alam subur.
silahkan bapak tanami.
tapi jangan kitong samua berkelahi...

selamat datang bapak!
kitong samua basodara!
mari kita kunyah pinang, bercerita kita sampai pagi.

serendeweri, papua.
6 juli 2011

Tubuh Lumpur

78kg lumpur.
Tubuhku hitam
tertanam 2 benih perselisihan.

Apa yang dikalahkan?
Kata hati
atau
pikiran?

Masa kemudian,
siapa tahu.
lumpur luntur
tubuh rubuh.

Sujud tuntas sudah
Diatas sajadah.

Agustus, 2011

Jumat, Juni 18, 2010

pohon tua dihutan akasia

pohon tua bergetah duka
ia tak lagi menyebarkan wangi bunga
dan tak juga menawarkan ranum buah muda
tak juga lagi menggairahkan buah matang tua.

tertinggallah ia ditengah hutan akasia
diam sendiri
sunyi.

harapan yang ia simpan tentang biji
bertahun tak jua tegak berdiri
ditengah musim bibit mati
atau sebagai gulma ia dicabuti

tinggallah ia sendiri dihutan ini
tegar berdiri
sepi.

pohon tua yang berair mata duka
meranggas, menggugurkan harapan
mengharap tunas mengharap buah
tua, masak dan jatuh ketanah

ditengah hutan akasia
sendiri. berharap biji
tumbuh kembali.

Share it